Welcome to Chilly Theme

Sea summo mazim ex, ea errem eleifend definitionem vim. Ut nec hinc dolor possim mei ludus efficiendi ei sea summo mazim ex.

Kondisi Perekonomian Indonesia Di Tengah Pandemi Covid

Kondisi Perekonomian Indonesia Di Tengah Pandemi Covid

Seperti yang sudah disebut di atas, titik berangkat analisa adalah perbedaan high down dan bottom up. Kehidupan new regular saat ini marak digaungkan untuk memberikan perubahan dan norma baru dalam pencegahan dan penanggulangan Covid-19. Mahasiswa penting untuk merespon dan menilai kebijakan pemerintah yang sebelum-sebelumnya dijalankan dalam menyikapi Covid-19 yang dirasa belum memberikan kebijakan yang tepat dan beberapa kasus di lapangan masih terkendala terkait teknis dan kelalaian pemerintah. Terlebih lagi kesehatan fisik dan psikis masyarakat yang terjadi akibat manganggur, tentu akan menjadi sangat terganggu. Mereka menjadi lebih banyak berfikir, bagaimana mendapatkan penghasilan dengan cara yang halal. Jurus sakti pertama adalah Visi yaitu menetapkan dan menguhkan visi atau pandangan jauh ke depan.

Harus dicatat, meskipun pertumbuhan ekonomi Indonesia setinggi langit, misalnya mencapai 20%, dan perkapita mencapai US$. Hal ini belum tentu menggembirakan kita, bila ditinjau dari perspektif ekonomi Islam, karena mungkin saja pertumbuhan yang tinggi berada di tangan segelintir konglomerat tertentu. Keduanya bersifat eksploitatif dan tidak adil serta memperlakukan manusia bukan sebagai manusia. Kedua sistem itu juga tidak mampu menjawab tantangan ekonomi, politik, sosial dan ethical di zaman sekarang. Program perlindungan sosial difokuskan untuk menjaga daya beli masyarakat kelas menengah ke bawah. Sedangkan dukungan kepada UMKM dan pembiayaan perusahaan serta insentif bisnis akan membantu menjaga kelangsungan bisnis selama pandemi.

Hidayat mengatakan, memasuki periode semester II tahun 2013, kondisi perekonomian global masih belum akan keluar dari zona krisis. Bank Dunia dan IMF memperkirakan akan terjadi perlambatan pertumbuhan ekonomi international seiring semakin dalamnya resesi Eropa dan melambatnya ekonomi negara-negara berkembang. Pemerintah sebagai pemilik otoritas lebih baiknya mengevaluasi kembali percobaan kebijakan yang telah dijalankan dalam penanganan dan penanggulangan Covid-19. Sampai hari ini, apa yang telah dilakukan pemerintah dalam mengatasi Covid-19 belum memberikan dampak terhadap penurunan kasus penularan virus corona. Kebijakan yang diambil oleh pemerintah belum tepat dalam hal penanganan berdasarkan kendala teknis yang terjadi di lapangan.

Mengamati perekonomian negara

Dalam sistem kapitalisme tradisional, keuntungan diperoleh melalui persetujuan keuangan tradisional. Dalam sistem kapitalisme politik keuntungan diperoleh melalui hubungan politik yang predatoris, hubungan dominasi dan eksploitasi, serta kesepakatan tak biasa dengan otoritas politik. Sedangkan dalam sistem kapitalisme rasional keuntungan diperoleh melalui perdagangan dalam pasar bebas atau produksi untuk pasar yang mengandung spekulasi kapitalis dan keuangan. Dalam pemikirannya itu Hatta mengacu kepada pasal-pasal tertentu dalam UUD 1945, yaitu pasal 27 ayat 2, pasal 33 dan pasal 34 beserta penjelasannya. Namun konsep itu tidak dikembangkan lebih lanjut menjadi dokumen resmi mengenai suatu sistem ekonomi yang dianut oleh negara walaupun berbagai aspek dalam konsep itu sudah mencerminkan realitas yang berlaku dalam perekonomian Indonesia.

Singkatnya, kita bisa membayangkan bahwa dampak dari wabah virus Corona dapat memukul sektor ekspor, lalu efek berantainya akan berpengaruh pada sektor konsumsi rumah tangga, dan investasi. Pertama, pasar modal di sebagian besar negara maju adalah sama dengan kelebihan dana untuk investasi. Masalahnya adalah bahwa kesempatan-kesempatan investasi yang menjanjikan dan sangat sesuai seringkali tidak bisa ditemukan pada wilayah yang sama di mana uang ini ada.

Masyarakat lebih mudah untuk memiliki alat-alat yang membantu pengembangan usaha mereka dan mereka dapat menikmati hasilnya secara mudah dan murah. Kemajuan teknologi informasi di era ini, membuat batas dimensi ruang dan waktu semakin tipis. Hal tersebut berpengaruh kepada proses bilateral maupun multilateral yang berlangsung antar Negara. Salah satunya contohnya, dengan diberlakukannya perjanjian perdagangan bebas seperti Asean China free Trade Agreement akan mengurangi makna kebebasan pemerintah dalam kebijakan publik. Karena itu, Bhima memperkirakan pertumbuhan ekonomi China sangat mungkin terjegal dan merosot ke stage 5% di 2020 atau 1% dari pertumbuhan tahun lalu. Pada bagian lain saat dialog dengan pelaku industri kreatif, Presiden juga menyinggung tentang perlunya diadakan pelatihan untuk meningkatkan kemampuan dan ketrampilan.

Presiden menyadari, berbagai inovasi dan kreativitas yang dihasilkan para pelaku industri kreatif tentu memerlukan wadah untuk mengekpresi karyanya. Menghadapi tantangan yang semakin berat ke depan, kita perlu memperkuat kemampuan industri kreatif untuk bersaing dengan produk-produk ekonomi kreatif impor. Keterkaitan dengan sektor-sektor lain baik ke belakang, dengan pemasok maupun keterkaitan ke depan yang menyerap subsektor ekonomi kreatif perlu diperkuat.

Comments are closed.