Welcome to Chilly Theme

Sea summo mazim ex, ea errem eleifend definitionem vim. Ut nec hinc dolor possim mei ludus efficiendi ei sea summo mazim ex.

Dinamika Politik Lokal Di Period Reformasi

Dinamika Politik Lokal Di Period Reformasi

Desakan publik yang demikian kuat, mendorong Andi Taufan dan Adamas Belva untuk mengundurkan diri. Presiden sendiri tidak menganjurkan itu dan tetap mempertahankan keberadaan stafsus milenial meski muncul suara-suara untuk membubarkannya. Masyarakat juga pada umumnya tidak memahami duduk persoalan, hanya terpaku pada fenomena permukaan. Hal ini terjadi karena kepedulian politik yang semakin rendah terutama karena dunia politik telah dianggap tidak berkenaan langsung dengan mereka, selain karena terlalu banyaknya tipu daya. Peristiwa Malari merupakan peristiwa demonstrasi yang dilakukan oleh mahasiswa untuk mengkritisi kebijakan investasi dan korporasi pemerintah Orde Baru.

Di banyak negara, aturan lockdown ataupun karantina tidak memerlukan persetujuan dari masyarakat. Kedelapan, terjadinya “de-demokratisasi internal” pada lembaga-lembaga politik, terutama partai yang justru menyuburkan nilai-nilai anti-demokrasi dan meningkatkan personifikasi lembaga demokrasi. Kesembilan, pelaksaana pemilu dan pilkada yang sarat dengan manipulasi dan politik uang. Akibat situasi ini, muncul fenomena yang disebut sebagai “votes with out voice”.

Politik masa ini

Dalam kajian politik, Miriam Budiardjo mengartikan partai politik sebagai “kelompok yang terorganisir dengan tujuan memperoleh jabatan-jabatan pemerintahan.” (Rafael Raga Maran, Pengantar Sosiologi Politik, (Jakarta, Rineka Cipta.,2007). Kesuksesan membangun dinasti politik di parpol akan membantu politisi memuluskan niatnya untuk tetap menikmati kue kekuasaan. Ketika berkuasa, politisi memberikan pengaruh yang besar untuk memudahkan keluarga atau kroninya untuk melanjutkan estafet kekuasaan. Atau, pengaruhnya saat berkuasa memberikan nilai tambah bagi keluarga atau kroninya yang akan bertarung dalam memperebutkan kekuasaan. Hal ini sulit dilarang karena sistem politik yang sekarang, memungkinkan untuk terbentuknya dinasti politik. Akibat praktek dinasti politik yang marak terjadi, semakin menyuburkan perilaku KKN.

Pada masa tersebut, pemerintah cenderung menghasilkan dua lapisan ekonomi-politik utama, yaitu birokrat-politik yang melibatkan lingkup keluarganya dalam bisnis, serta pengusaha yang dapat berkembang berkat dukungan khusus dari pemerintah . Dalam perkembangan sistem ekonomi tersebut, pemerintah sebagai sumber penggerak investasi dan pengalokasian kekayaan nasional hanyalah bersifat jangka pendek. Ketiga, kepemimpinan nasional tidak membawa pencerahan/pendewasaan berpolitik. Para elite juga tidak cukup berhasil dalam memelihara soliditas masyarakat, menghindari personifikasi politik, dan mendorong demokrasi substansial-rasional. Inilah yang akhir-akhir ini menjadi pendorong berkembangnya pembodohan politik dan manipulasi kepentingan serta pembelahan politik.

Hampir semua aspek kehidupan politik ditentukan oleh elite, khususnya elitenya elite (crème a la crème). Persetujuan pusat atau pimpinan pusat amat menentukan dan mewarnai segenap kehidupan kader partai dimana pun berada. Parpol dan politisi juga membutuhkan panggung untuk mencari ketenaran, menyebarkan mitos politik dan mencari simpati rakyat. Komunikasi politik yang sering dilakukan cenderung normatif, penuh retorika dan bualan. Politik bahasa dipakai politisi dan parpol untuk mengelabui lawan dan mengibuli rakyat.

Partai-partai politik yang ada saling bersaing, saling mencari kesalahan dan saling menjatuhkan. Partai-partai politik yang tidak memegang jabatan dalam kabinet dan tidak memegang peranan penting dalam parlemen sering melakukan oposisi yang kurang sehat dan berusaha menjatuhkan partai politik yang memerintah. Hal inilah yang menyebabkan pada era ini sering terjadi pergantian kabinet, kabinet tidak berumur panjang sehingga program-programnya tidak bisa berjalan sebagaimana mestinya yang menyebabkan terjadinya instabilitas nasional baik di bidang politik, sosial ekonomi dan keamanan.

Seusai pertemuan tersebut, kedua partai bersepakat mengakhiri masalah politik dari kontestasi-kontestasi sebelumnya. “Oleh karena itu, seminar ini hadir untuk menciptakan suasana politik yang netral dan aman bagi seluruh kalangan, khususnya remaja,” pungkasnya. Presiden Himpunan Mahasiswa Hubungan Internasional UIN Jakarta, Mahatir Muhammad mengatakan, tema yang diangkat di seminar umum tersebut sangat berhubungan dengan keadaan Indonesia sekarang.

Comments are closed.